Sabtu, 10 November 2012

Informasi dan Hubungannya

I. Hubungan Information (informasi) dan Knowledge (Pengetahuan) a. Informasi merupakan penghubung antara pengetahuan dan fenomena yang diamati (Blumenthal, 1969). b. Informasi memasok dan menunjang pengetahuan (Burch, 1974) c. Informasi membantu Pengetahuan (Deeson, 1991) d. Informasi dan Pengetahuan adalah berimplikasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat (Arrow, 1984) e. Informasi adalah penghubung antara pengetahuan dan fenomena yang diamati, menekankan interprestasi fenomena(data). (Bell, 1979) II. Hubungan hubungan informasi sebagai pengetahuan subjektif ( Information as Subjective Knowledge) Informasi sebagai pengetahuan subjektif lebih bersifat pada perasaan akan ilmu pengetahuan yang diamati atau tampak oleh seseorang. Informasi ini bias benar aatau pun tidak. III. Hubungan Antara Data Dengan Informasi ( Information as useful data) Keterkaitan data dan informasi sangatlah erat sebagaimana hubungan sebab akibat. Bahwa data merupakan bentuk dasar dari sebuah informasi, sedangkan informasi merupakan elemen yang dihasilkan dari suatu bentuk pengolahan data. Pengertian hubungan antara data dan informasi tidak dapat saling ditukar pemakaiannya. Nilai suatu informasi berhubungan dengan keputusan, bila tidak ada pilihan atau keputusan , informasi menjadi tidak diperlukan. Keputusan dapat berkisar dari keputusan berulang yang sederhana sampai keputusan strategis jangka panjang. ( http: //blog.its.ac.id/gazza/2010/02/12/pengertian – data – dan – informasi – serta – hubungannya/ ). IV. Hubungan Informasi Sebagai Sumber Daya ( Information as a resource ) Sumberdaya informasi tidak hanya sekedar data dan informasi, melainkan mencakup pula perangkat keras, peripheral, perangkat lunak, para spesialis informasi, dan para pemakai informasi. Ketika manajer menyadari bahwa informasi sebagai suatu sumberdaya strategis, mereka menetapkan berbagai kebijakan untuk menerapkan sumberdaya tersebut secara strategis dan menindaklanjutinya. Sehingga akan memberikan keyakinan bahwa kebijakan tersebut dijalankan. Aktivitas tersebut dinamakan dengan manajemen sumberdaya informasi (information resources management – IRM). IRM merupakan konsep yang mengintegrasikan konsep-konsep keunggulan kompetitif lain, yaitu CIO, SST, SPIR, dan end-user computing. Dengan demikian IRM memberikan kerangka kerja bagi pemanfaatan komputer yang efektif. Sumberdaya Informasi Pandangan yang mengatakan bahwa data dan informasi merupakan sumberdaya utama yang harus dikelola dengan baik sebagimana sumberdaya utama lainnya adalah merupakan pendekatan yang positif untuk penggunaan komputer. Dengan perkataan lain, bahwa mengelola data (input) dengan bantuan komputer hal tersebut berarti mengelola informasi (output) yang dimiliki. Selain itu, muncul lagi pandangan tambahan lainnya yakni pandangan bahwa kita dapat mengelola informasi dengan mengelola sumberdaya yang menghasilkan informasi (information processor). Adapun jenis-jenis sumberdaya informasi, yaitu : 1. Perangkat keras komputer (Hardware) 2. Perangkat lunak komputer (Software) 3. Spesialis informasi 4. Pemakai 5. Fasilitas 6. Database, dan 7. Informasi Perangkat Hardware terdiri atas 3 jenis, yaitu: 1. Perangkat masukan (Input device) Perangkat masukan berfungsi untuk memasukkan data, baik berupa teks, foto, maupun gambar ke dalam komputer.Contoh perangkat input misalnya keyboard, mouse, light-pen, scanner, dan sebagainya. 2. Perangkat keluaran (Output device) perangkat keluaran dipergunakan untuk menampung dan menghasilkan data yang dikeluarkan, misalnya monitor dan printer. 3. Perangkat pengolah data (Processor) Perangkat pengolah data dipergunakan untuk mengolah data.Pengolah data meliputi unit pengolah pusat (CPU/Central Processing Unit) dan juga mikroprosesor. Macam-macam perangkat keras (hardware): 1. CPU (Central Processing Unit) Merupakan alat yang berfungsi sebagai pemroses data.CPU berisi rangkaian sirkuit yang menyimpan instruksi-instruksi pemrosesan dan penyimpanan data. 2. Monitor Merupakan alat yang mampu menampilkan teks maupun gambar dari data yang sedang diproses dalam CPU. 3. Keyboard Keyboard merupakan alat untuk memasukkan data maupun perintah ke CPU, biasanya terdiri atas rangkaian huruf, angka, dan tombol fungsi lainnya. 4. Mouse Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (HRIS) adalah sebuah sistem berbasis komputer yang berfungsi mengatur, menganalisa dan mengelola sumber daya manusia sehingga diperoleh informasi yang tepat guna pengambilan keputusan. Dalam kegiatannya, HRIS mengelola dan menjalankan sistem administrasi SDM mulai dari perekrutan dan penerimaan, pendidikan dan pelatihan, manajemen data sampai dengan pemberhentian dan administrasi tunjangan. Sedangkan dalam penerapannya, terdapat model HRIS yang didalamnya meliputi subsistem input (berupa SIA, Penelitian SDM dan Intelijen SDM), serta Output (berupa Subsistem Perencanaan Kerja, Perekrutan, Manajemen Angkatan Kerja, Tunjangan, Benefit dan Pelapor Lingkungan. Dalam pelaksanaanya, kegiatan HRIS dilakukan oleh HRD (Human Resources Departement) yaitu mengelola tentang Seleksi dan Rekrutmen, Pelatihan dan Pengembangan, Compensation and Benefit, Manajemen Kinerja, Perencanaan Karir, Hubungan Karyawan, Separation Management, dan Personnel Administration and HRIS. V. Information as a commodity Era globalisasi informasi merupakan masa yang ditunggu-tunggu pengelola atau manajer informasi, karena era ini menawarkan sebuah konsep kebebasan atau keleluasaan dalam mencari dan mengelola informasi. Di era ini pula informasi menjadi suatu primadona, di mana informasi tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang biasa, tapi informasi menjadi barang dagangan atau menjadi suatu komoditi yang artinya informasi dapat dikemas dalam berbagai bentuk sumber informasi (source) seperti bentuk digital, cd-rom, web, dll. Dengan demikian, informasi tersebut menjadi suatu kebutuhan pokok, sehingga informasi mempunyai nilai tambah dan merupakan komoditi yang dapat dijual kepada pengguna informasi di seluruh dunia, yang pada akhirnya dapat mendatangkan devisa. Terjadinya revolusi digital yang menjadikan informasi sebagai komoditi telah menggiring masyarakat memasuki era baru yang disebut dengan masyarakat informasi (information society). Komoditi informasi langsung maupun tidak langsung akan berkaitan erat dengan aktivitas komunikasi, sarana dan prasarana komunikasi, serta sistem informasi yang saat ini menjadi suatu kebutuhan dan ketergantungan, seperti smartphone, PDA, BB, PC tablet, dan lain sebagainya. Demikian pentingnya informasi kadangkala melebihi kepentingan akan makana pokok seperti nasi. Begitu bangun pagi orang kerap terlebih dahulu membaca surat kabar, membuka internet, atau menonton berita di televisi, daripada mandi atau mencari makanan. Melihat kondisi demikian boleh jadi informasi menjadi kebutuhan pokok manusia yang sejajar atau bahkan lebih tinggi sedikit dibandingkan kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Pada diseminasi informasi untuk peningkatan nilai tambah informasi dibutuhkan proses komunikasi, yaitu menyampaikan apa yang ada pada kita kepada orang lain dengan mengkaji dan mempertimbangkan persepsi yang ada di masyarakat. Pada proses inilah diperlukan hubungan dan persepsi yang saling mendukung dan saling menguntungkan antarsesama manajer informasi dalam mengelola informasi ataupun pustakawan. Guna menunjang hubungan saling mendukung antarmanajer informasi/ pustakawan, dibutuhkan beberapa keterampilan yang harus dikuasai oleh seorang manajer atau profesi informasi yaitu: (1) Memahami lingkungan, misalnya kecenderungan dan dinamika pasar; (2) Memahami proses kerja suatu produk informasi, seperti layanan paket informasi (Selective Dissemination Information); (3) Mencari sasaran yang tepat, artinya dapat memberikan layanan informasi pada pengguna dengan informasi yang tepat (right information for the right users); (4) Memperhatikan kecepatan waktu dalam memberikan layanan informasi kepada pengguna dengan informasi yang tepat (right information, right users and the right now); (5) Mengetahui dan dapat memanfaatkan sumber-sumber informasi (source) yang ada untuk dapat memberikan layanan yang prima kepada pengguna informasi (users); (6) Dapat berkerjasama dengan pihak lain dan membentuk serta memanfaatkan jaringan kerjasama (networking) sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi. Dengan adanya hubungan persamaan persepsi yang saling mendukung dalam mengelola informasi, maka informasi menjadi suatu komoditi yang mempunyai kekuatan atau modal tersendiri (Information is power), artinya informasi itu adalah sebuah kekuatan atau modal yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan. Informasi itu menjadi sesuatu kekuatan atau sesuatu yang berharga jika informasi itu benar, relevan untuk kepentingan bisnis dan pengaturan strategi kebijakan. informasi dapat memberikan jasa layanan informasi sesuai dengan komponen atau jenis informasi yang dibutuhkan klien, diantaranya yaitu: (1) Absolute information yaitu jenis informasi yang disajikan dengan suatu jaminan dan tidak membutuhkan penjelasan lebih lanjut. (2) Substitutional information yaitu jenis informasi yang merujuk pada kasus dimana konsep informasi digunakan untuk sejumlah informasi. Dalam pengertian ini informasi kadangkala digantikan dengan istilah komunikasi. (3) Philosophic information yaitu jenis informasi yang berkaitan dengan konsep-konsep yang menghubungkan informasi pada pengetahuan dan kebijakan. (4) Subjective information yaitu jenis informasi yang berkaitan dengan perasaan dan emosi manusia. Kehadiran informasi ini tergantung pada manajer atau orang yang menyajikannya. (5) Objective information yaitu jenis informasi yang merujuk pada karakter logis informasi-informasi tertentu. (6) Cultural information yaitu informasi yang memberikan tekanan pada dimensi kultural. Keenam komponen jenis informasi tersebut, satu dengan lainnya saling berhubungan dan memiliki unsur ketergantungan, dan tidak terlepas dari pengetahuan unsur budaya seseorang dan pemahaman manajer terhadap kliennya yang merupakan alat bagi keberhasilan suatu proses diseminasi informasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar