Sabtu, 10 November 2012

Pertumbuhan berbagai jenis-jenis perpustakaan

Pertanyaan: A. Diskusikan Mengapa terjadi jenis-jenis Perpustakaan? B. Apa ciri-ciri atau karakter atau pembeda diantara jenis perpustakaan yang ada? Jawaban: A. Pertumbuhan berbagai jenis-jenis perpustakaan Pada hakikatnya setiap perpustakaan memiliki sejarah yang berbeda-beda. Karena sejarahnya yang berbeda-beda itu, setiap perpustakaan mempunyai tujuan, anggota, organisasi dan kegiatan yang berlainan. Karena perbedaan tujuan, organisasi, anggota dan kegiatan ini maka pengaruh lanjutannya adalah timbulnya berbagai jenis perpustakaan. Beberapa faktor yang mempengaruhi timbulnya berbagai jenis perpustakaan: a. Tanggapan terhadap berbagai jenis pustaka, misalnya buku, majalah, film, rekaman suara dan sejenisnya. Berbagai perpustakaan menunjukkan tanggapan yang berbada-beda terhadap berbagai jenis bahan pustaka. b. Tanggapan terhadap keperluan informasi berbagai kelompok pembaca. Dalam masyarakat terdapat berbagai kelompok pembaca, misalnya anak bawah lima tahun, pelajar, mahasiswa, peneliti, ibu rumah tangga, remaja putus sekolah dan sejenisnya. c. Tanggapan yang berlainan terhadap spesialisasi subjek, termasuk ruang lingkup subjek serta rincian subjek yang bersangkutan. Dalam kenyataan sehari-hari, pembaca mempunyai minat serta keperluan informasi yang berbeda derajat kedalamannya walaupun subjeknya sama (Sulistyo, 1993). B. Ciri-Ciri Atau Karakter Atau Pembeda Diantara Jenis Perpustakaan Yang Ada Seperti yang telah kita ketahui, bahwa perpustakaan bersifat universal, yakni ada dimana-mana, dan memiliki kesamaan-kesamaan dalam hal tertentu. Sejak Perpustakaan dikenal dan dikembangkan oleh umat manusia pada masa silam bersamaan dengan perkembangan budaya, perpustakaan telah mengalami banyak sekali perubahan. Perubahan itu meliputi antara lain: jenis koleksi, bentuk dan bahan pustaka, kemasan, sistem pengelolaan, pemanfaatan, sampai dengan penyebarannya kepada masyarakat. Sementara jenis perpustakaan juga makin bertambah, pertambahan dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya lembaga pengelola, penekanan koleksi, masyarakat pemakai, ruang lingkup wilayah kerjanya dan tujuan pembentukannya (Sutarno, 2006). Dalam perkembangannya setiap jenis perpustakaan memiliki definisi dan kriteria tertentu yang membedakannya dari perpustakaan lain. Ada beberapa faktor atau kiteria tertentu yang sering digunakan untuk membedakan suatu jenis perpustakaan dengan yang lainnya, beberapa diantaranya adalah koleksi, masyarakat yang dilayani dan institusi dimana perpustakaan itu berada. Sesuai dengan perkembangannya bahwa jenis perpustakaan yang ada saat ini menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 adalah: 1. Perpustakaan Internasional Perpustakaan Internasional adalah perpustakaan yang didirikan oleh dua Negara atau lebih yang merupakan bagian dari sebuah organisasi internasional. Perpustakaan ini baru muncul sekitar tahun pertama abad ke 20. Sejak akhir abad ke-19, Negara-negara di dunia telah membentuk badan internasional untuk melakukan kerjasama internasional. Misalnya, pada tahun 1919 berdirilah liga bangsa-bangsa di jenewa. Perpustakaan tersebut hingga kini masih berada di jenewa. Di samping perpustakaan tersebut PBB juga mempunyai perpustakaan utama di New York yang bernama Perpustakaan Hammarsjkuld. Di Indonesia dikenal pula perpustakaan Internasional yaitu perpustakaan sekretariat ASEAN yang terletak di Jakarta. 2. Perpustakaan Nasional Perpustakaan Nasional merupakan lembaga yang melaksanakan tugas pemerintahan dalam bidang perpustakaan dan berkedudukan di ibukota Negara.Ciri atau Karakter Perpustakaan Nasional dapat dilihat dari tugas dan tanggung jawab perpustakaan ini yang secara umum adalah untuk mengelola dan mengembangkan serta melestarikan koleksi hasil budaya bangsa. Perpustakaan Nasional Indonesia baru berdiri tahun 1980 walaupun unsur kelembagaannya sudah lama ada. Perpustakaan Nasional Indonesia merupakan gabungan lembaga berikut: a. Perpustakaan Museum Nasional. b. Perpustakaan Sejarah Politik dan Sosial. c. Kantor Bibliografi Nasional. d. Perpustakaan Negara Jakarta ( Sulistyo, 1993 ). 3. Perpustakaan Umum Perpustakaan Umum merupakan perpustakaan yang diselenggarakan oleh pemerintah baik itu Provinsi, Kabupaten atau Kota, Kecamatan dan Desa serta dapat diselenggarakan oleh masyarakat. Bila sebuah perpustakaan menyediakan koleksi berupa bahan perpustakaan umum dan masyarakat yang dilayani secara umum maka dipastikan perpustakaan tersebut adalah termasuk jenis perpustakaan umum ( UUD No 43 2007 ). Ada 4 unsur sebagai kriteria untuk menggolongkan jenis perpustakaan umum: a. Koleksinya terbuka bagi semua warga. b. Sebahagian anggaran perpustakaan diperoleh dari dana masyarakat (pajak). c. Jasa yang diberikan kepada masyarakat pemakai diberikan secara cuma-cuma atau gratis. d. Koleksinya mencakup semua jenis bahan perpustakaan tanpa terkecuali ( Jonner : 2009 ). Yang termasuk kedalam perpustakaan umum adalah: a. Perpustakaan Wilayah. b. Perpustakaan Propinsi, Kotamadya, Kabupaten, Kecamatan dan Desa. c. Perpustakaan Keliling. 4. Perpustakaan Sekolah Perpustakaan Sekolah adalah suatu perpustakaan yang berada pada jenjang sekolah dasar sampai jenjang sekolah lanjutan baik itu milik pemerintah (Negara) maupun swasta yang melayani kebutuhan informasi siswanya, gurunya dan staf yang biasanya dikelola oleh pustakawan. Konsep ini perlu dipahami menginat sebagian besar perpustakaan sekolah menekankan koleksinya pada buku ajar. Hasil observasi yang sering dilakukan pada sejumlah perpustakaan sekolah menunjukkan bahwa pada kebanyakan perpustakaan sekolah koleksinya adalah buku ajar sehingga kebanyakan perpustakaan sekolah sebagai tempat penampungan buku ajar. Keberadaan perpustakaan sekolah tidak sedemikian adanya, buku ajar seharusnya dimiliki murid sehingga perpustakaan sekolah cukup menunjang dengan buku lain. Perpustakaan sekolah melayani keperluan bacaan guru, murid dan juga staf. Selain koleksi buku, koleksinya masih sering ditambah dengan majalah, lukisan dinding karya murid serta surat kabar. Sekarang ini sudah banyak perpustakaan sekolah yang menyediakan fasilitas akses ke internet ( Jonner : 2009 ). Sebagai ciri atau pembeda, setiap sekolah atau madrasah menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan standar nasional pendidikan, perpustakaan ini wajib memiliki koleksi buku. Teks pelajaran yang ditetapkan sebagai teks wajib pada satuan pendidikan yang bersangkutan dalam jumlah yang mencukupi untuk melayani peserta didik dan pendidik. Perpustakaan sekolah melayani peserta didik pendidikan kesetaraan yang dilaksanakan dilingkungan satuan pendidikan yang bersangkutan (UUD No.43 2007). 5. Perpustakaan Perguruan Tinggi Secara sederhana Perpustakaan Perguruan Tinggi adalah Perpustakaan yang dikelola oleh Perguruan Tinggi dengan tujuan membantu tercapainya tujuan perguruan tinggi. Bentuk perguruan tinggi adalah universitas, institut, sekolah tinggi, akademi dan sebagainya,oleh karena itu yang termasuk perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan universitas, institute, sekolah tinggi dan lembaga lain yang berada dibawah naungan perguruan tinggi. Ditinjau dari segi jasa perpustakaan maka terdapat perbedaan memcolok antara perpustakaan perguruan tinggi dengan perpustakaan sekolah. Kalau pada perpustakaan sekolah, pustakawan merupakan jembatan antara guru dengan murid maka pada perpustakaan perguruan tinggi terdapat bentuk yang berlainan karena mahasiswa sudah dianggap mandiri dalam hal bacaan, penelusuran informasi, maupun kegiatan membaca lainnya. Pada perpustakaan perguruan tinggi terdapat ciri khas yaitu adanya hubungan segitiga antara pustakawan, mahasiswa dan pengajar. Gambar Jasa Pustakawan Pada Perpustakaan Perguruan Tinggi Pengajar Pustakawan Mahasiswa Hubungan segitiga ini menunjukkan bahwa mahasiswa maupun pengajar berhubungan langsung dengan pustakawan dalam hal mencari informasi dan penelusuran informasi karena sifat hubungan langsung ini maka pustakawan perguruan tinggi haruslah orang yang ahli dan orang berprofesi pustakawan ( Sulistyo, 1993). 6. Perpustakaan Khusus Perpustakaan Khusus adalah Perpustakaan yang diselenggarakan khusus untuk menyediakan bahan perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka di lingkungannya. Biasanya perpustakaan ini memberikan layanan kepada pemustakanya secara terbatas. Hal yang penting dari uraian ini adalah bahwa perpustakaan khusus terbatas kedalam keanekaragaman koleksi yang hanya menyediakan koleksi yang khusus berkaitan dengan misi dan tujuan dari organisasi atau lembaga yang memilikinya. Adapun cirri utama sebuah perpustakaan khusus adalah: a. Memiliki koleksi yang terbatas pada satu atau beberapa disiplin ilmu saja, contoh: perpustakaan khusus, biologi dan pertanian. b. Keanggotaan perpustakaan terbatas pada sejumlah anggota yang ditantukan oleh kebijakan perpustakaan tersebut. c. Peran utama pustakawan ialah melakukan penelitian perpustakaan untuk anggota. d. Tekanan koleksi bukan pada buku saja melainkan pada koleksi terbitan yang informasinya berkembang lebih mutakhir. e. Jasa yang diberikan lebih mengarah kepada minat anggota perorangan (Sulistyo, 1993).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar